Home » Berita » Pantun Lucu Bikin Ngakak Yang Menghibur

Pantun Lucu Bikin Ngakak Yang Menghibur

Pantun Lucu Ngakak – Bosan dengan lelucon yang biasa-biasa saja? Yuk, kita coba buat pantun lucu. Pantun merupakan salah satu bentuk puisi lama. Pantun termasuk dalam sastra asli Melayu. Pantun sudah dipakai sebagai bagian dari budaya sejak jaman kakek buyut kita.

Sampai sekarang, pantun masih banyak digunakan dalam berbagai acara tradisional sebagai bagian yang tak terpisahkan dari budaya itu sendiri. Di daerah seputar Sumatera, pantun masih sering digunakan sebagai bahasa sehari-hari untuk mengungkapkan perasaan atau pemikiran tertentu.

Di zaman sekarang, tak banyak orang yang paham cara membuat pantun. Selain memang karya sastra lama tidak begitu popular lagi, saat ini kita lebih memilih menggunakan bahasa yang mengikuti perkembangan zaman, misalnya bahasa gaul. Akan tetapi, seiring dengan kesadaran masyarakat akan luhurnya budaya negeri sendiri, pantun mulai dipopulerkan lagi melalui acara-acara komedi di televisi. Tentu saja, pantun yang digunakan adalah pantun lucu atau pantun jenaka yang tujuannya untuk menghibur semata.

Pantun dengan kata-kata yang lucu sekarang ini tidak asing lagi terdengar. Seperti aturan pantun pada umumnya, pantun yang lucu biasanya juga terdiri dari empat baris. Namun, pantun yang lucu menggunakan dua bait pertama untuk membuat irama. Kemudian dua bait berikutnya adalah isi leluconnya.

Bait kedua inilah yang biasanya menjadi twist yang menggelitik dan membuat orang tertawa terbahak-bahak. Meskipun terdengar seperti lelucon ringan, diperlukan latihan untuk dapat menyambung-nyambungkan irama pantun.

Salah satu contoh pantun lucu gaya lama adalah sebagai berikut “Ikan parit di rawa-rawa, Ikan belut nyangkut di perigi. Perutku sakit menahan tawa, melihat nenek tak punya gigi” Sayangnya, saat ini banyak komedian yang menggunakan pantun jenaka secara sembarangan. Artinya, mereka tidak menggunakan aturan baku sebuah pantun yang lucu.

Pantun Lucu Cinta Singkat

Pohon randu
bergoyang
Aku rindu
Kamu yang…

Main dadu
Ada tamu
Aku rindu
Senyummu..

ah senyumannya mungkin tak bisa dilupakan seumur hidup… Nyok kita lanjutin lagi pantunnya.

Kayu manis
Dari Belanda
Senyummu manis
Seperti senyum kuda

Jalan2 ke pulau Bali
Jangan lupa bawa roti
Kamu manis sekali
Walau monyong 5 centi

Hehehe… sejelek-jeleknya kamu, menurutku sih kamu pualing cakep.

Ya begitulah cinta.

Cinta bisa membuat kamu semua buta. Secantik-cantiknya artis, kalah cantik oleh kamu kekasihku… Hehehe… Lagi ngegombal.

Jangan suka minum jamu
Nanti lambung bisa luka
Jangankan senyumanmu
Marahmu saja aku suka

Bunga desa sangat berkesan
Sangat indah dipandang mata
Biar wajah pas-pasan
Tapi aku penuh cinta

Lama juga tidak bertemu
Lihat kapa sudah berlabuh
Izinkan aku mencintaimu
Meskipun dari jarak jauh

Raja hutan makin kaya
Dia suka makan nangka
Ini janji seorang pria
Tak akan aku membuat luka

Kota ini banyak taman
Sayang lampunya agak redup
Kita ini lama berteman
Pengennya aku teman hidup

Beli hape di toko online
Jaga hati jangan kesal
Apapun kata orang lain
Bagiku kamu paling spesial

Bang soleh baik orangnya
Kalau pagi minum jamu
Bila boleh aku bertanya
Bolehkan aku mencintaimu?

Buah randu adalah kapuk
Ambil satu dengan si nunung
Rindu padamu sudah menumpuk
Bagai batu menjadi gunung

Jangan suka makan mecin
Buat kue dari kanji
Sampai kapan diPHP-in
Aku bosan menagih janji

Pantun yang umumnya terdiri dari empat baris kadang-kadang dipersingkat menjadi dua atau tiga baris saja. Misalnya “Jauh di mata dekat di hati, Jauh di hati dekat di mata. Jauh-dekat dua ribu perak booo!!” Memang masih terdengar lucu, namun jelas bukan pantun lagi melainkan lelucon humor biasa.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *